RADANG AMANDEL (TONSILITIS)

Oleh dr. Adila Hisyam, Sp.THT

Radang amandel adalah peradangan yang terjadi pada amandel atau tonsil. Kondisi yang dinamakan juga dengan tonsilitis ini sebagian besar dialami oleh anak-anak.

Amandel atau tonsil merupakan dua kelenjar kecil yang terdapat di dalam tenggorokan. Organ ini berfungsi sebagai pencegah infeksi, terutama pada anak-anak. Seiring  dengan perkembangan umur, sistem kekebalan tubuh mereka makin kuat dan perlahan-lahan tugas tonsil sebagai penangkal infeksi mulai tergantikan. Ketika peran tonsil sudah tidak dibutuhkan lagi, kedua kelenjar ini kemudian berangsur-angsur menyusut.

Penyebab radang amandel atau tonsilitis pada umumnya adalah virus dan selebihnya disebabkan oleh bakteri.

Gejala Tonsilitis :

  • sakit kepala
  • demam
  • nyeri tenggorokan saat menelan
  • sakit telinga
  • batuk.

Gejala biasanya akan pulih dalam tiga hingga empat hari.

Meski sebagian besar kasus tonsilitis tidak tergolong serius, namun tetap disarankan untuk menemui dokter jika Anda atau anak Anda mengalami gejala yang berlangsung lebih dari empat hari dan tidak menunjukkan tanda-tanda pemulihan atau gejala menjadi makin parah yang membuat Anda sama sekali tidak bisa makan atau bahkan kesulitan bernapas.

 

Diagnosis Radang Amandel

Dalam mendiagnosis tonsilitis, dokter akan memulai dengan pemeriksaan tenggorokan, sekaligus mengajukan pertanyaan perihal gejala-gejala yang Anda rasakan.

Jika tonsilitis disebabkan oleh infeksi bakteri, biasanya gejala dapat berupa pembengkakan kelenjar getah bening di bagian tenggorokan, munculnya bintik-bintik nanah di sekitar amandel, dan/atau demam. Sedangkan jika radang amandel disebabkan oleh infeksi virus, gejala-gejala yang muncul dinilai lebih ringan dari infeksi bakteri, dan sering disertai gejala batuk dan pilek.

Kenalilah gejala tonsilitis pada anak-anak, meski mereka tidak dapat menggambarkan rasa sakit yang mereka derita. Anda dapat mencurigai anak terkena tonsilitis jika dia:

  • Rewel
  • Menolak makan
  • Terus-menerus mengeluarkan air liur akibat kesulitan
  • sakit saat menelan

Tes lebih lanjut  di laboratorium, seperti tes darah, biasanya diperlukan dokter untuk memastikan apakah pasien juga menderita kondisi lain, contohnya demam kelenjar.

Pengobatan dan pencegahan radang amandel

Sebagian besar kasus tonsilitis akan sembuh dalam waktu satu minggu. Tidak ada obat khusus untuk menangani tonsilitis. Obat biasanya diberikan untuk meringankan gejala, misalnya ibuprofen atau parasetamol sebagai pereda rasa sakit. Jika tonsilitis disebabkan oleh bakteri, maka antibiotik bisa digunakan. Selain dengan obat, pemulihan bisa ditunjang dengan istirahat yang cukup dan minum banyak cairan.

Pada kasus tonsilitis yang tergolong parah dan kerap kambuh, biasanya dokter terpaksa akan melakukan operasi pengangkatan amandel untuk mengatasi hal tersebut.

Tonsilitis dapat dicegah penyebarannya dengan selalu mencuci tangan sebelum makan dan setelah dari toilet, menggunakan tisu untuk menutup mulut dan hidung saat batuk atau pilek, dan memakai masker saat berada di tempat umum.

Operasi Pengangkatan Amandel (Tonsilektomi)

Prosedur ini akan direkomendasikan dokter jika pasien mengalami tiga kondisi berikut.

  1. Pertama, jika gejala tonsilitis pasien sudah makin parah sehingga mereka benar-benar kesulitan untuk makan, tidur, atau bernapas.
  2. Kedua, jika pasien menderita tonsilitis bakteri yang sudah tidak bisa ditangani lagi oleh antibiotik.
  3. Ketiga, jika pasien menderita tonsilitis kronis yang kerap kambuh.

Tonsilitis yang bersifat jangka panjang atau kronis terlihat dari pasien yang mengalami:

  • Lebih dari tujuh kali dalam satu tahun.
  • Lebih dari lima kali setahun dalam dua tahun terakhir.
  • Lebih dari tiga kali setahun dalam tiga tahun terakhir.

Setelah melakukan tonsilektomi, biasanya Anda akan merasakan sakit di area yang dioperasi dan dapat berlangsung 1-2 minggu. Pada minggu pertama, sakit akan terasa memburuk. Bahkan dalam beberapa kasus, ada yang mengalami nyeri telinga pasca-tonsilektomi. Hal tersebut tidak perlu dikhawatirkan karena Anda dapat mengonsumsi obat pereda rasa sakit.

Berikut ini adalah saran-saran yang dapat Anda lakukan jika Anda atau anak Anda telah menjalani prosedur tonsilektomi.

  • Minumlah banyak cairan, namun hindari minuman yang mengandung asam, seperti jus jeruk, agar rasa sakit yang dirasakan tidak bertambah.
  • Meski sulit menelan setelah menjalani operasi, namun usahakan untuk tetap mengonsumsi makanan padat, karena akan membantu penyembuhan lebih cepat.
  • Pastikan untuk tetap menjaga kebersihan mulut dengan menyikat gigi atau menggunakan mouthwash untuk mencegah timbulnya infeksi.
  • Pastikan anak Anda tidak melakukan aktivitas di luar rumah selama dua minggu, misalnya, bermain atau bersekolah, untuk mencegah dia tertular infeksi dari teman-temannya.

Pendarahan kecil pada bagian amandel yang diangkat merupakan hal yang biasa terjadi pasca tonsilektomi. Biasanya berlangsung selama 1-10 hari setelah operasi dan akan sembuh dengan sendirinya. Segera minta pendapat atau bantuan medis jika perdarahan menyebabkan pasien batuk yang mengandung darah.

sebenarnya radang amandel atau tonsilitis jarang menimbulkan komplikasi. Komplikasi biasanya timbul jika kondisi ini tidak ditangani, beberapa di antaranya:

  • Apnea tidur obstruktif. Kondisi yang terjadi ketika dinding tenggorokan menjadi relaks saat tidur yang menyebabkan susah saat bernapas. Selain itu, kondisi ini juga menyebabkan buruknya kualitas tidur penderita.
  • Quinsy atau abses peritonsil, yaitu munculnya gumpalan-gumpalan nanah pada amandel dan dinding tenggorokan. Mereka yang mengalami komplikasi ini akan merasakan sakit di tenggorokan, mengeluarkan bau napas tidak sedap, sakit kepaladan sakit telinga, sulit berbicara, demam tinggi, dan pembengkakan di dalam mulut dan tenggorokan.
  • Glomerulonephritis, yaitu pembengkakan di saringan ginjal. Penderita komplikasi ini akan mengalami penurunan nafsu makan dan muntah-muntah.
  • Demam rematik, yaitu kondisi yang menyebabkan radang di sekujur tubuh dengan gejala berupa ruam kulit dan nyeri sendi.
  • Demam scarlet atau skarlatina, yaitu kondisi yang menyebabkan kulit penderita dipenuhi ruam atau bercak berwarna kemerahan.
  • Infeksi telinga bagian tengah akibat bakteri.

Pencegahan Radang Amandel (Tonsilitis)

Tonsilitis yang disebabkan oleh virus maupun bakteri bisa dicegah dengan menjaga kebersihan diri, misalnya dengan mengajar anak mengenai kebiasaan cuci tangan yang baik dan benar. Langkah pencegahan lainnya, antara lain:

  • Gunakan saputangan atau tisu untuk menutup hidung dan mulut ketika batuk atau bersin. Segera buang tisu yang telah digunakan ke tempat sampah.
  • Hindari menggunakan alat makan maupun minum secara bergantian, khususnya meminjami seseorang yang sedang sakit.
  • Disarankan untuk mengganti sikat gigi setelah pasien didiagnosis tonsilitis.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BOOKING